<div style='background-color: none transparent;'></div>
InstaForex
Home » » Pengaruh Harga Emas, Minyak dan Dow Jones Dalam Forex Trading

Pengaruh Harga Emas, Minyak dan Dow Jones Dalam Forex Trading

Perkembangan harga komoditi dan index saat ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perkembangan mata uang dalam trading Forex. Sebut saja beberapa komoditi seperti minyak mentah, emas, gas alam membuat pengaruh yang kuat terhadap naik turunnya mata uang USD dan mata uang lain. Begitu juga dengan pegaruh pergerakan saham di Amerika yang tergabung dengan Dow Jones Index. Jika pergerakan saham secara umum disuatu negara mengalami penurunan maka nilai mata uang dinegara tersebut akan terkoreksi turun.

Crude Oil
Minyak mentah atau yang juga dikenal sebagai Crude Oil merupakan komoditas dan kebutuhan utama dunia saat ini. Bahkan Indonesia juga mengalami krisis minyak pada saat ini.

Komposisi Minyak Mentah(crude oil) :
Karbondioksida(CO2) : 83-87%
Hidrogen(H2) : 10-14%
Nitrogen(N2) : 0.1-2%
Oksigen(O2) : 0.1-1.5%
Belerang(Sf) : 0.5-6%
Logam lain : <1000 ppm

Output dari minyak mentah yang digunakan sehari-harinya adalah solar, bensin, pertamax,dll. Sebesar 84% dari minyak mentah akan diolah menjadi bahan bakar kendaraan(bensin), bahan bakar pesawat terbang dan jet(disel), bahan pemanas bumi(heating), bahan bakar lain, dan gas cair(liquefied petroleum gas).

Barel adalah satuan alat tukar minyak mentah ke kurs dollar. Pemilihan dollar sebagai alat tukar minyak dan emas adalah karena mata uang USD dikenal hampir seluruh dunia. Khusus untuk minyak, Amerika adalah negara yang konsumsi minyak tertinggi didunia melebihi Cina. Barel juga diakui dan dipakai sebagai alat satuan minyak mentah karena sudah resmi menggunakan standar ISO 9001:2000.

Kategori minyak yang biasa diperdagangkan didunia :
1. West Texas Intermediate (WTI) yang merupakan kualitas tertinggi, manis, minyak kuning keemasan yang dihasilkan di Cushing, Oklahoma(Amerika).
2. Brent Blend, yang terdiri dari 15 macam dengan diuji sistem Brent dan Ninian dihasilkan di perairan Basin Shetland timur di Laut Utara. Basis produksi adalah di Sullom Voe, Shetland. Negara-negara di Eropa, Afrika, dan Timur Tengah menggunakan minyak ini sebagai standar alat tukar komoditas.
3. Dubai-Oman, disuplai ke Timur Tengah dan Asia Pasifik.
4. Tapis(diproduksi di Malaysia, disuplai ke Asia Timur).
5. Minas (diproduksi di Indonesia, juga disuplai ke Asia Timur).
6. OPEC Reference Basket, diproduksi di negara-negara anggota OPEC.

Baru-baru ini minyak kembali turun ke area dibawah $120 per barelnya. Hal ini disebabkan karena ada badai Edward yang mengacaukan pipa gas & minyak di teluk Meksiko sehingga minyak dijual dibawah harga normal (obral) untuk menyelamatkan persediaan yang ada dari badai.

Seperti pada penjelasan kami sebelumnya mengenai perkembangan minyak dunia di artikel sekolah Forex, maka negara eksportir minyak seperti Kanada akan menurun penjualannya karena turunnya harga minyak dunia. Berikut kami tampilkan grafik USD/CAD saat minyak turun dari $147,47 (15 Juli 2008) menjadi $ 118.38 (6 Agustus 2008).

Dengan naiknya harga minyak mentah dunia maka :
1. Nilai mata uang USD akan melemah. Hal ini disebabkan karena beban konsumsi minyak negara Amerika juga akan meningkat diikuti neraca perdagangan yang negative.
2. Nilai mata uang negara pengespor rutin minyak dunia seperti CAD(Kanada) dan NOR(Norwegia) akan naik.
3. Nilai pasangan mata uang( pair) terhadap USD yang lain seperti AUD/USD, EUR/USD, GBP/USD, dan NZD/USD diikuti dengan melemahnya pair USD/CHF, USD/JPY dan USD/CAD.

Emas
Emas digunakan sebagai satuan standard berdasar sistem Bretton Woods. Simbol Emas berdasar standar ISO adalah XAU. Ukuran kemurnian emas dikenal dengan karat. Yang paling murni adalah 24 karat. Harga emas yang tinggi pada saat ini karena jumlahnya memang sangat terbatas. Pertama kali pemerintah Amerika mematok harga emas menjadi $20,67 per troy ons($664,56/kg), pada tahun 1934 naik menjadi $35 per troy ons atau setar dengan $1125,27 per kg. Pada tahun 1961 Amerika dan Eropa membuat manipulasi harga di pasar hingga harga emas melambung tinggi pada saat ini. Saat ini harga emas adalah $892,4 per onz.

Pada tahun 2005 badan World Gold Council memperkirakan persediaan emas didunia saat ini mencapai 3859 ton. Jika dikurangi dengan permintaan akan emas yang totalnya mencapai 3754 ton maka masih ada sisa sebesar 105 ton.

Emas adalah standar nilai mata uang kebanyakan Negara seperti halnya Amerika. Maka dapat dikatakan emas adalah komoditas berharga kedua setelah minyak. Negara yang paling sensitive terhadap naik turunnya harga emas adalah AUD. Berikut kami tampilkan nilai AUD/USD saat harga emas mencapai $957 per ons (tanggal 15 Juli) dan data terkini (6 Agustus 2008) saat harga emas mencapai $891 per ons.

Dow Jones Index

Dow Jones Index adalah index utama yang mencakup semua jasa layanan termasuk didalamnya nilai tukar dan berbagai produk investasi lainnya. Yang lebih dikenal adalah Dow Jones Industrial Average atau lebih dikenal dengan Dow Jones Index yang mencakup 130.000 jenis produk investasi fix income dan alternatif, termasuk didalamnya investasi hedge fund dan pasar komoditi. DJI juga merupakan pemilik dari Dow Jones STOXX Index, salah satu basis index yang didalamnya terdapat index Eropa, Wilshire Associates(Dow Jones Wilshire Global Index) yang terdiri dari data Dow Jones Wilshire 5000 yang didalamnya terdapat index di 60 negara dan 12.000 perusahaan sekuritas. Sistem yang terdapat didalamnya merupakan suatu kesatuan sistem yang terpadu dan terintegrasi satu dengan yang lainnya.
Intinya Dow Jones Index mencerminkan 95% kapitalisasi perusahaan Amerika, diluar perusahaan kecil menengah yang pergerakan sahamnya lambat.
Jika pergerakan DJI melemah atau menguat maka pergerakan mata uang USD juga akan terpengaruh. Jika semua harga saham yang tergabung dalam DJI naik maka nilai mata uang USD juga akan cenderung naik, demikikan sebaliknya.

Kesimpulan:

Kelebihan analisa fundamental:

* Penggerak harga

* Sederhana, anda cukup dapat mengetahui apakah naik, turun atau tetap. Tidak seperti teknikal yang perlu menggunakan angka.

Kekurangan:

* Seringkali bersifat subyektif dikarenakan psikologi pasar

* Tidak dapat menjawab kebutuhan secara eksak. Ingat bahwa dasar dari analisa fundamental bukanlah matematika melainkan ilmu ekonomi dan psikologi pasar.

Sampai disini Anda dapat menyimpulkan bahwa fundamental itu perlu. Teknikal juga perlu. Jadi, jangan ulangi kesalahan saya yang dulu berpandangan Analisa Fundamental itu hanyalah sekeranjang berita sampah yang tak berguna. Mereka yang berpandangan demikian biasanya terdiri dari dua golongan: golongan pertama adalah mereka yang bermodal besar sehingga mampu menahan pergerakan harga yang disebabkan munculnya berita atau golongan kedua yaitu mereka yang terlalu naif dalam bertrading.
by forexjakarta
Share this article :

0 comment:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. trading online . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger