<div style='background-color: none transparent;'></div>
InstaForex
Home » » Jim Rogers: Pemerintah Bohong Soal Inflasi & Pengangguran

Jim Rogers: Pemerintah Bohong Soal Inflasi & Pengangguran


Jakarta, Strategydesk - Tingkat pengangguran dan inflasi sebenarnya lebih buruk dari yang dipublikasikan karena pemerintah AS memanipulasi metodologinya agar menyenangkan publik.
Hal itu diutarakan oleh investor ternama Jim Rogers dalam wawancara dengan Newsmax.TV. “Pemerintah berbohong soal angka yang mereka umumkan. Jangan dengarkan nasihat mereka, atau kalian bangkrut,” katanya ketika ditanyakan apakah tingkat pengangguran bisa kembali ke level pra-resesi.

Tingkat pengangguran turun ke 8,6% selama Nopember dari 9,0% di Oktober, menurut data minggu lalu. Pemerintah memang mengakui penurunan tajam ini bukannya disebabkan oleh bertambahnya lapangan kerja, tapi karena pencari kerja berhenti mencari pekerjaan permanen.
Bagaimanapun, Rogers memandang angka aktualnya jauh lebih tinggi. “Mereka memang mengatakan angka pengangguran lebih baik, tapi itu karena dimanipulasi. Bila anda menggunakan sumber independen, anda akan melihat masalah serius,” ujarnya.
Ia juga menganggap angka inflasi menyesatkan. Secara resmi, inflasi naik 3,5% di Oktober dari tahun lalu, menurut data Biro Statistik, sedangkan inflasi inti naik 2,1%. The Fed elbih berfokus pada inflasi dalam menentukan kebijakan dan bersikeras tingkatnya masih berada di zona aman.
“Pemerintah juga berbohong soal itu (inflasi),” kata Rogers. “Semua orang, yang berbelanja tahu harga terus naik. Beli makanan, pendidikan, asuransi, atau apapun, harga selalu naik tapi pemerintah bilang tidak ada inflasi,” tambahnya.
“Perhitungan independen menyebutkan sudah mencapai 6%, dan ini bisa semakin menanjak karena mereka terus mencetak uang. Selama mereka mencetak uang, situasi akan memburuk, jadi bersiaplah menghadapi inflasi lebih tinggi,” tukasnya.
Menyoal utang, Rogers memandang Amerika justru lebih parah dari Eropa. “Amerika sebenarnya dalam kondisi yang lebih buruk dari Eropa. Eropa secara keseluruhan bukanlah pengutang besar. Tapi AS adalah debitor terbesar dalam sejarah dunia plus ada negara bagian, yang juga punya masalah besar, seperti Illionis, California, New York,” kata Rogers.
“Di Eropa, memang ada negara yang punya masalah serius, seperti Yunani, Irlandia, dll. Tapi secara keseluruhan, mereka dalam kondisi lebih baik. Alasan kini kita memperhatikan Eropa karena utang mereka mau jatuh tempo, ketika utang AS nanti jatuh tempo, kita juga akan mengalami masalah yang sama,” tegasnya.
Share this article :

1 comment:

zone mengatakan...

ga ada yg ga bohong...
bohong seoalh-olah adalah sebuah keahlian khusus yg selalu ada...
:P

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. trading online . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger