<div style='background-color: none transparent;'></div>
InstaForex
Home » » Penurunan Rating Perancis Bisa Memukul Seluruh Eropa

Penurunan Rating Perancis Bisa Memukul Seluruh Eropa

Jakarta, Strategydesk - Para pejabat Perancis memang terus menangkis isu rating AAA negaranya sedang terancam, namun implikasi penurunan rating Perancis akan terasa ke seluruh Eropa.

Tiga bulan lalu, Perancis masih tergolong status top. Kini, penurunan peringkat bisa terjadi sewaktu-waktu. Lembaga rating Standard & Poor’s menempatkan Perancis dalam daftar pengawasan negatif bulan ini. Minggu lalu, Fitch Ratings mengubah outlook rating Perancis menjadi negatif dari stabil, bersama enam negara Eropa lainnya.


Ada kekhawatiran mengenai efek penutunan rating Perancis terhadap European Financial stability Facility (EFSF), atau dana talangan Eropa. S&P telah memperingatkan soal itu, bila satu dari enam negara berstatus triple A kehilangan ratingnya, maka bisa membawa EFSF ke rating yang sama. Hal ini akan mempersulit EFSF mengumpulkan uang, di saat penambahannya krusial.

Di saat meningkatnya ketegangan antara Perancis dan Inggris, menyusul penolakan Perdana Menteri David Cameron pada gagasan perubahan traktat Uni Eropa minggu lalu, para pejabatnya saling menyerang. Kemarin, Gubernur Bank of France Christian Noyer mengatakan Inggris lebih layak di downgrade sebelum Perancis.

“Mereka sebaiknya mulai dengan menurunkan rating Inggris, yang punya lebih banyak defisit, utang dan inflasi lebih tinggi, tapi pertumbuhan lebih rendah, serta kredit menyusut,” katanya. Menteri Keuangan Perancis Francois Baroin mengatakan Inggris termarjinalisasi dan menghadapi situasi ekonomi sulit.

Memasuki akhir tahun, pasar terus mewaspadai kemungkinan penurunan rating negara Eropa.  “Ini adalah isu penting bagi pasar dan investor bila ada perubahan rating,” kata Phillippe Waechter, Head of Economic Research dari Natixis Asset Management kepada CNBC.  Menurutnya, Perancis tak ingin kehilangan rating karena merasa masih negara ekonomi kuat dan tidak punya masalah sebanyak Inggris.

Memang, ada perkembangan baik dari Perancis, seperti turunnya defisit menjadi 99,4 miliar euro pada akhir Oktober dari 133,1 miliar euro tahun lalu, yang dicapai melalui pemotongan belanja dan peningkatan penerimaaan pajak. Indeks PMI manufakturnya naik ke 47,3 dari 48,7. Yield obligasinya tenor 10 tahun masih berkisar di 3%. Tapi seperti negara maju lainnya, Perancis berjuang untuk tumbuh dan menghadapi ancaman resesi tahun depan.



Oleh: Nizar Hilmy - strategydesk.co.id
Share this article :

0 comment:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. trading online . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger