<div style='background-color: none transparent;'></div>
InstaForex
Home » » 11 Momen "Gila" Wall Street di Tahun 2011

11 Momen "Gila" Wall Street di Tahun 2011

Monexnews - Tahun 2011 memang  menjadi salah satu periode perdagangan paling bergejolak dalam sejarah. Pergerakan harga aset saham Wall Street selalu naik turun, digerakkan oleh berbagai sentimen dari penjuru dunia.

Terdapat beberapa momen penting yang memicu pergerakan liar di Wall Street dalam 12 bulan ke belakang. Stasiun berita CNN menetapkan 11 momen penting yang membuat indeks saham 'menggila secara tiba-tiba di tahun 2012. Monexnews merangkumnya untuk Anda.


1. Konflik Politik Libya dan Krisis Perumahan

22 Februari 2011
Dow: minus 174 poin (1,4%)

Eskalasi politik Libya melambungkan harga minyak hingga 6%. Sebagai produsen minyak penting (2% terhadap ekspor dunia), krisis Libya membawa ketakutan tersendiri. Tidak lama kemudian, kecemasan memang terbukti setelah arus perlawanan tirani menyebar ke berbagai penjuru Timur Tengah. Di saat yang sama, data perumahan yang lemah berperan dalam kisruh pasar di medio Februari. Data S&P/Case-Shiller menunjukkan bahwa harga rumah jatuh 4,1% dibanding catatan tahun 2009 lalu. Alhasil, kombinasi antara dua sentimen itu mengikis gain Dow Jones hingga 1,4%.

2. Bencana Alam dan Kebocoran Nuklir Jepang

16 Maret 2011
Dow: minus 242 poin (2%)

Gempa 9 skala richter mengguncang Jepang. Namun bukan dampak riil yang ditakutkan oleh pelaku pasar, namun lebih kepada radiasi nuklir akibat kebocoran kompleks reaktor Fukushima. Isu nuklir selalu menyangkut masalah kemanusiaan, sehingga investor tidak tampak antusias masuk ke pasar.

3. Plafon Hutang Amerika Serikat (AS)

4 Agustus 2011
Dow: minus 512 poin (4,3%)

Pada akhirnya isu dalam negeri menjadi kendala utama bagi pasar saham Paman Sam. Kongres menjadi biang kerok kecemasan investor terhadap masa depan komponen hutang negara itu. Legislator gagal mencapai resolusi batas hutang hingga masa tenggat di awal Agustus. Kecemasan ditambah oleh rilis data tenaga kerja yang tidak menggembirakan sekaligus memicu peluang untuk resesi double-dip. Pada hari itu, 4 Agustus ditetapkan sebagai sesi perdagangan terburuk sejak krisis keuangan 2008 silam. Namun, nyatanya kinerja buruk pasar AS tidak hanya sampai di situ, kondisi justru memburuk 4 hari kemudian.

4. Downgrade S&P terhadap AS

8 Agustus 2011
Dow: minus 635 poin (5,6%)

Dalam empat hari saja, Wall Street jatuh tertimpa tangga. Standard & Poor's memutuskan bahwa AS tidak pantas memegang rating kredit AAA lagi dan hanya layak diberi predikat AA+. Pasar saham dunia anjlok sebelum Wall Street dibuka hari Senin itu dan investor panik. Hari itu ditetapkan sebagai hari perdagangan tersuram sepanjang 2011, S&P anjlok 6,7% dan Nasdaq turun 6,9%.

5. Suku Bunga Rendah the Fed

9 Agustus 2011
Dow: naik 430 poin (4%)

Bank sentral menjadi penyelamat pasar pasca aksi downgrade S&P. The Fed berkomitmen untuk menahan suku bunga pada level sangat rendah hingga 2013 guna menopang perekonomian. Dow mampu menebus sebagian rasio kerugian yang diderita satu hari sebelumnya.

6. Krisis Eropa

10 Agustus 2011
Dow: minus 520 poin (4,6%)

Krisis Eropa menjadi fokus perhatian lagi. Konferensi investor yang diselenggarakan oleh Bank of America tidak menghasilkan suatu konklusi memuaskan. CEO Brian Moynihan gagal memupus kecemasan pasar terhadap kesehatan sektor perbankan dan prospek ekonomi di masa depan. Investor skeptis dan apatis. Saham terperosok.

7. Angka Pengangguran Tembus Titik Terendah 4-bulan

11 Agustus 2011
Dow: naik 423 (3,9%)

400 poin bagi Dow bisa menggambarkan betapa hausnya pasar terhadap sentimen positif. untuk kali pertama dalam 4 bulan, angka pengangguran turun ke bawah 400,000. Raksasa teknologi, Cisco Systems juga membuktikan bahwa pemangkasan biaya yang dilakukan direksi berbuah hasil. Perseroan menampilkan proyeksi positif terhadap pertumbuhan kuartal IV sehingga harga sahamnya langsung naik 16%.

8. Kinerja Perbankan

23 Agustus 2011
Dow: naik 322 poin (3,3%)

FDIC menyatakan bahwa kesehatan perbankan AS terus membaik di tahun 2011. Untuk kali pertama dalam hampir lima tahun, angka bank Amerika yang bermasalah turun dari 888 menjadi 865. Laporan tersebut memicu optimisme di akhir bulan yang penuh gejolak.

9. Operation Twist

22 September 2011
Dow: minus 391 poin (3,5%)

Inisiatif the Fed untuk menolong perekonomian gagal memuaskan pasar sehingga harga saham anjlok sampai 3%. Operation Twist adalah program penjualan obligasi negara jangka pendek untuk ditukar dengan obligasi jangka panjang dengan nilai total $400 miliar. Tujuannya adalah untuk menekan suku bunga instrumen jangka panjang sehingga pelaku bisnis dan konsumen berminat untuk meminjam. Operasi yang akan berakhir pada pertengahan 2012 ini terbilang berhasil merendahkan suku bunga, namun belum ada hasil konkrit terhadap perekonomian.

10. Krisis Eropa Memuncak

30 September 2011
Dow: minus 240 poin (2,1%)

Sepanjang musim gugur dan dingin tahun lalu, krisis Eropa luar biasa membebani kinerja pasar. Indeks saham mengakhiri kuartal III dengan koreksi sekaligus menandai triwulan terburuk bagi S&P dan Nasdaq sejak krisis 2008 silam.

11. Kecemasan Eropa Memudar

30 November 2011
Dow: naik 490 poin (4,2%)

Investor menyambut baik aksi heroik the Fed dengan 5 bank sentral lain, yang memangkas bunga pinjaman likuiditas berdenominasi dollar di berbagai negara. Koordinasi antar keenam bank cukup baik dan terencana. Mungkin langkah ini adalah satu-satunya sikap konkrit yang diterapkan oleh otoritas kawasan sepanjang tahun lalu. Tujuannya jelas, seluruh pemangku kebijakan moneter tidak ingin kasus kegagalan perbankan perbankan 2008 terulang kembali. Dow menguat sampai hampir 500 poin dan diikuti oleh bursa utama global lainnya.



(dim)
Share this article :

0 comment:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. trading online . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger