<div style='background-color: none transparent;'></div>
InstaForex
Home » » Penggabungan Beberapa Indikator

Penggabungan Beberapa Indikator

Setelah anda blogwalking dari blog satu ke blog lainnya  khususnya mengenai Indikator Forex, namun anda belum begitu memahami mengenai fungsi dari dari penggabungan beberapa indikator tersebut. Sekarang saya akan memberikan anda penjelasan mengenai bagaimana cara kerja indikator pada grafik umumnya. Lebih baik lagi, mari kita menggabungkan beberapa indikator dan melihat bagaimana indikator tersebut bekerja dalam memberikan sinyal perdagangan agar mereka berjalan dengan baik.


Banyak para trader yang menggabungkan berbagai macam indikator secara bersamaan sehingga mereka dapat “mengisi” antara satu dengan yang lainnya. Mereka mungkin memiliki 3 indikator yang berbeda dan mereka tidak akan memasuki pasar kecuali 3 indikator tersebut memberikan sinyal yang sama dimata trader tersebut.

Pada contoh yang pertama ini, kita memiliki indikator Bollinger Band dan Stokastik pada EUR/USD charts 4H. Pasar tampaknya bergerak menyamping, maka sebaiknya kita hati-hati pada bouncing Bollinger band.

Periksa kembali dimana bahwa harga akan terlihat hingga sampai atas indikator Bollinger band dan Stokastik mulai crossing. EUR/USD akan naik sampai puncak dari band, yang biasanya bertindak sebagai tingkat resistance. Pada saat yang sama, Stochastic mencapai daerah overbought, menunjukkan dimana bahwa harga bisa saja drop down segera.

lalu apa yang akan terjadi... Pair EUR/USD turun sekitar 300 pips dan anda telah membuat keuntungan yang cukup besar jika anda melakukan open posisi sell.

Kemudian, harga akan kembali melakukan kontak dengan bagian bawah bollinger band, yang biasanya berfungsi sebagai tingkat support. Ini menandakan bahwa pair mata uang tersebut bisa saja melambung dari sana. Dengan Stochastic didaerah oversold, itu berarti kita harus melakukan buy. Apabila anda mengambil perdagangan itu, maka anda akan mendapatkan sekitar 400 pips.

Berikut contoh lain dengan RSI dan MACD saat ini.

Ketika RSI mencapai daerah overbought dan memberikan sinyal jual, MACD segera diikuti dengan crossover kebawah, yang juga merupakan sinyal jual. Dan, seperti yang anda lihat, harga itu bergerak menurun dari sana.

Kemudian, RSI menceburkan diri kedaerah oversold dan memberikan sinyal beli. Beberapa jam setelah itu, MACD membuat crossover keatas, yang juga merupakan sinyal beli. Dari sana, harga membuat pendakian yang mantap. kita akan mendapatkan pips yang lebih dari cukup.

Anda mungkin akan melihat pada contoh ini bahwa RSI memberikan sinyal sebelum MACD. Karena berbagai properti dan formula yang ajaib untuk indikator teknis, beberapa benar-benar memberikan sinyal dini sementara yang lain sedikit tertunda.

Ketika anda akan melanjutkan perjalanan anda sebagai seorang trader, maka anda akan menemukan indikator yang paling cocok bagi diri anda. Kami dapat memberitahu anda bahwa kita akan sering menggunakan MACD, Stochastic, dan RSI, tetapi anda mungkin memiliki referensi yang berbeda dari saya.

Setiap trader diluar sana telah berusaha untuk menemukan “kombinasi ajaib” indikator yang mampu memberikan sinyal yang tepat sepanjang waktu, namun kenyataannya adalah bahwa tidak ada hal yang seperti itu. saya mendorong anda untuk mempelajari setiap indikator sendiri hingga anda mengetahui bagaimana kecenderungan relatif terhadap pergerakan harga, kemudian dengan kombinasi anda sendiri yang anda mengerti dan yang sesuai dengan gaya trading anda.
for: http://www.seputarforex.com/artikel/forex/lihat.php?id=66637&title=penggabungan_beberapa_indikator
Share this article :

0 comment:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. trading online . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger