<div style='background-color: none transparent;'></div>
InstaForex
Home » » Bailout itu Bukan Untuk Yunani

Bailout itu Bukan Untuk Yunani

Madrid , Roma dan Lisbon tidak mengucapkan selamat kepada Yunani karena bailout itu tidak akan menyelamatkan Yunani tai untuk menyelamatkan Italia, Sepanyol dan Portugal.


Lihat saja persyaratan dari bailout kedua itu. Tidak hanya Yunani diminta untuk menghancurkan ekonominya yang sudah merana karena resesi panjang dengan menjalankan program penghematan, tapi juga dituntut untuk mengorbankan sebagian kedaulatannya dengan mengizinkan pejabat dari troika (Uni Eropa, IMF dan ECB) untuk mengatur keuangannya.

Beberapa jam setelah kesepakatan dicapai di Brussels, bailout itu, yang dirancang untuk mencegah Yunani default pada 20 Maret nanti, diragukan efektivitasnya. Meski rencana kreditor swasta menerima kerugian, tidak ada jaminan semua pemegang obligasi akan melakukannya secara sukarela.

Perlunya Jerman, Belanda dan Finlandia meminta persetujuan parlemen dalam kontribusi bailout menambah ketidakpastian, mengingat penolakan publik atas beban membayar krisis utang di negara lemah.

Ada Laporan yang menyebutkan keuangan Yunani sudah terkuras dan bailout ketiga kemungkinan tidak akan cukup untuk mengembalikan negara itu ke pasar terbuka. Ini menimbulkan kesan bahwa meski  paket baru bisa membuat Yunani membayar utang jatuh tempo pada 20 Maret, ancaman default belumlah hilang. Dengan kata lain, bailout itu tidak akan mencegah default, hanya menundanya.

Sebagian besar kalangan belum yakin bailout dan kesepakatan penghematan dapat menyelamatkan Yunani. Menteri Keuangan Belanda Jan Kees de Jager mengatakan tidak terlalu yakin Yunani akan menepati janjinya.

Untuk sementara, kesepakatan itu memberi napas ke Yunani, paling tidak sampai pemilu April nanti. Di saat itulah, publik Yunani punya suara, menerima bailout dan resesi yang diterapkan oleh Brussels, atau keluar dari euro dan mengendalikan nasib mereka sendiri. Melihat aksi protes dan gejolak sosial di Yunani, tidak ada yang berani memperkirakan hasil pemilu nanti.

Ya, 70% warga Yunani masih mendukung euro, tapi sulit melihat 70% dari mereka mendukung partai politik yang menyetujui persyaratan bailout. Dengan situasi itu, ada potensi publik akan berontak, memilih pemerintah yang mungkin keluar dari Brussels.

Seperti yang disebut oleh Capital Economics, “dengan resesi mempersulit upaya pengurangan utang dan kemarahan publik memuncak, kami masih melihat peluang Yunani keluar dari euro sebelum akhir tahun.”

Ancaman kepergian Yunani kemungkinan besar masih dapat memberikan efek ke negara lemah di Eropa lainnya. Tapi dengan adanya bailout yang menunda potensi itu, memberi Spanyol, Italia dan Portugal waktu untuk memperkuat pertahanan dan memastikan eksposur mereka berkurang bila Yunani memutuskan bersolo karir.

Oleh: Nizar Hilmy - strategydesk.co.id
Share this article :

0 comment:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. trading online . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger