<div style='background-color: none transparent;'></div>
InstaForex
Home » » ECB Terseret Polemik Krisis

ECB Terseret Polemik Krisis

ECB seharusnya menjadi bank sentral paling independen di dunia, tidak tunduk pada siapapun. Ia punya mandat jelas, yaitu menjaga stabilitas harga, dan mengabaikan lainnya. Menyelamatkan bank atau negara yang terlilit utang, dan menuntut reformasi ekonomi, adalah tugas pemerintah. ECB tidak turut campur urusan politik.

Tapi kini, ECB terseret dalam drama krisis utang, dan diminta untuk lebih berperan, seperti menyelamatkan Italia dari krisis agar Eropa tidak hancur. Banyak kalangan yang menganggap krisis sudah mencapai tahap bahaya, seiring terancamnya Italia. Oleh karena itu, ECB harus segera bertindak atau kehabisan waktu.
Apalagi negara lain, seperti Spanyol, bahkan Perancis, bisa menyusul. Stabilitas finansial Eropa kini bergantung pada satu institusi, ECB, yang diimbau, didesak, bahkan dimohon, untuk menyelamatkan euro. Jose Luis Rodriguez Zapatero, Perdana Menteri Spanyol, turut meminta ECB untuk menemukan solusi mengatasi krisis, menyusul kenaikan yield negaranya mendekati 7%.
Spanyol punya utang lebih besar dari Yunani atau Irlandia, yang membuatnya mendapat status too big to fail also too big to bail. Seperti Italia, yang yield-nya mencapai 7% minggu lalu, negara itu juga dijerat utang besar dan pertumbuhan lesu.
Memang, hanya ECB yang punya amunisi untuk mengintervensi di pasar dengan sumber daya yang besar. Tapi ECB sebenarnya enggan melakukan pembelian obligasi karena hal itu dianggapnya sama dengan memoneterisasi utang pemerintah.  Jerman dan Perancis sampai berselisih mengenai peran ECB ini.
Kanselir Jerman Angela Merkel menolak ajakan Perancis untuk mengerahkan ECB sebagai lender of the last resort. “Saya tidak yakin pendekatan itu, bila diterapkan sekarang, akan memberi solusi atasi krisis. Bila politisi yakin ECB bisa mengatasi masalah euro, maka mereka keliru,” katanya.
Pernyataannya diperkuat oleh Menteri Luar Negeri Jerman Guido Weterwelle, yang menulis di Financial Times, ECB tidak boleh mencetak uang untuk mengatasi krisis utang. Hal ini karena langkah itu hanya berdampak sementara dan justru mendorong inflasi dan menunda reformasi. Sedangkan Menteri Keuangan Perancis Francois Baroin mengatakan dukungan bank sentral adalah cara terbaik untuk mengatasi krisis.
Tapi ECB hingga saat ini masih menolak desakan untuk intervensi lebih besar. Mario Draghi, Presiden baru ECB, awal bulan ini mengatakan membeli utang pemerintah di luar ranah ECB. Banyak yang berharap ECB mau menempuh langkah seperti bank sentral besar lainnya, yaitu Quantitative Easing (QE). Sayangnya ECB masih alergi dengan pendekatan agresif seperti itu
Bagaimanapun, banyak yang memperkirakan cepat atau lambat ECB harus turun tangan. Memang, saat ini pembelian obligasi dan turun tangan berkutat dengan masalah utang pemerintah itu tidak sesuai mandatnya.  Namun berdiam diri dan tidak berbuat apapun bisa memberikan konsekuensi yang lebih besar.  Kalau sampai Italia default, hampir pasti memicu induk krisis perbankan dan resesi besar yang meluluhlantahkan ekonomi dan sistem finansial global.
oleh Nizal Hilmy Strategydesk.co.id
Share this article :

0 comment:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. trading online . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger