<div style='background-color: none transparent;'></div>
InstaForex
Home » » Forex alfians

Forex alfians

Forex alfians


Portugal Kaji Kebijakan Penghematan

Posted: 02 Jan 2013 08:45 AM PST


Presiden Portugal telah meminta Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengkaji kebijakan pajak apakah sesuai dengan Undang-Undang. Ini tentunya dapat menjadi batu sandungan bagi upaya pemerintah untuk mencapai target defisitnya dan tegaskan munculnya sikap pertentangan dari pemerintah sendiri untuk menjalankan kebijakan penghematan. Kenaikan pajak memang menyakitkan bagi rakyat namun ini merupakan cara untuk memastikan tercapainya target defisit yang merupakan prasyarat pencairan dana bailout.

"Saya telah mengajukan permintaan agar MK memutuskan apakah anggaran pemerintah untuk tahun 2013 sesuai dengan Undang-Undang. Kebijakan pajak sangat mempengaruhi sebagian orang; ini menimbulkan pertanyaan apakah kebijakan tersebut terdistribusi dengan adil," tutur Presiden Anibal Cavaco Silva. Proses pengkajian oleh MK akan memakan waktu berbulan-bulan namun pasar cukup cemas mengantisipasi hasilnya. Tahun lalu, MK telah membatalkan kebijakan penghapusan bonus kepada pegawai negeri sehingga memaksa pemerintah untuk menemukan alternatif pendapatan lainnya.

Portugal Susul Yunani Krisis

Posted: 02 Jan 2013 05:07 AM PST


-Presiden Portugal, Anibal Antonio Cavaco Silva menjejakkan kakinya di Indonesia akhir Mei 2012. Secara terang-terangan, Sang Presiden mengakui bahwa negaranya tengah bangkrut akibat  krisis ekonomi Eropa.

Presiden Silva mendatangi langsung sejumlah negara mitranya untuk menelisik kemungkinan peningkatan kerjasama ekonomi. Itu hanya salah satu usaha seorang pemimpin yang berjibaku menyelamatkan negaranya dari krisis.

Tak cukup itu, Portugal bahkan menghapus empat hari libur nasionalnya tahun ini. Hal itu dilakukan demi menggenjot perekonomian negara yang sedang terlilit utang, mulai dari Hari Raya Keagungan Tubuh dan Darah Kristus 'Corpus Christi' dan Hari Raya Santo Santa 'All Saints' Day.'

Nyaris tak ada hadiah Tahun Baru termanis yang diterima rakyat Portugal 2013 ini. Apakah ini pertanda bahwa Portugal bersiap menjadi Yunani berikutnya? Kepala Eksekutif PIMCO, salah satu perusahaan dana obligasi besar di dunia,  Mohamed El-Erian, sudah memproyeksikan ini sejak pertengahan tahun lalu.

"Portugal akan menjadi Yunani berikutnya akhir 2012. Itu akan menjadi kasus besar," katanya, dikutip dari Reuters.

Dana Moneter Internasional (IMF) bahkan menempatkan negara asal pemain sepak bola 'Cristiano Ronaldo' ini diposisi kedua setelah Yunani sebagai satu dari tujuh negara yang pertumbuhan ekonominya terburuk tahun ini. Pertumbuhan ekonomi Portugal diproyeksi negatif 1,02 persen.

Sayangnya, Silva tak bisa menahan beratnya beban perekonomian negaranya sendiri. Hal ini berujung pada keputusan bahwa tahun ini pemerintah Portugal kembali mengambil wacana menaikkan pajak. Mulai 1 Januari ini, Portugal memberlakukan kenaikan pajak yang besarnya setara dengan upah pekerja sebulan.

Silva bahkan membawa buku anggaran pemerintahannya itu untuk diperiksa oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Ia kesal pada dirinya sendiri dan merasa bahwa negara tak memperlakukan warganya secara adil. Bahkan, negara sendiri yang menjerumuskan warganya ke jurang krisis dengan menaikkan pajak.

"Atas inisiatif sendiri, saya mohon MK untuk memutuskan apakah APBN 2013 ini sudah sesuai dengan konstitusi republik," ujar Silva, dikutip dari BBC, Rabu (2/1).

Silva mengakui bahwa Portugal saat ini tengah berada dalam lingkaran setan akibat penghematan, resesi, juga utang luar negeri yang jumlahnya dua kali lebih besar dibandingkan pendapatan nasionalnya.

Menurut Silva, pemerintah perlu menyeimbangkan buku anggaran dan mengurangi utang publik. Pengangguran tenaga kerja muda di Portugal bahkan sudah mencapai level darurat pada November lalu.

Angka pengangguran mencetak rekor tertingginya, 16,3 persen. Banyak rumah tangga yang mengurangi biaya hidup kesehariannya. Pelaku usaha kecil gulung tikar karena menurunnya permintaan barang dan jasa.

"Juarang Fiskal", AS Sepakati Kenaikan Pajak Orang Kaya

Posted: 02 Jan 2013 05:04 AM PST


Kongres Amerika Serikat akhirnya membuat keputusan tak biasa untuk mengatasi kisruh 'jurang fiskal' yang mengancam ekonomi AS. Mereka pada Selasa, menyepakati kenaikan pajak yang akan menghantam rumah tangga kaya di negara.

Keputusan itu sebagai bentuk kesepakatan anggaran bipartisan demi menghentikan perekonomian AS jatuh ke jurang krisis fiskal dan resesi.

Dalam pemungutan suara 257 vs 167, Parlemen AS yang mayoritas dikuasi Partai Republik menyetujui undang-undang yang memenuhi janji kampanye Presiden Barack Obama bila terpilih lagi, yakni menaikkan pajak bagi warga dengan penghasilan tertinggi.

Senat telah meloloskan kebijakan ini pada sesi awal Tahun Baru dan Obama dijadwalkan meneken dan mengesahkan menjadi undang-undang resmi segera.

Sebelumnya draf undang-undang ini mendapat penolakan kuat dari Kongres yang dikuasai Republik dan sebaliknya didukung oleh Senat yang mayoritas diisi senator Demokrat. Partai Republik dikenal berpihak kuat dengan golongan Tea Party--julukan kelompok orang kaya ogah membayar pajak tinggi--getol menentang gagasan orang kaya harus membayar pajak paling tinggi, kebijakan yang diusung oleh Obama.

Gesekan kuat itulah yang mendasari kebuntuan mendalam dalam penentuan kebijakan-kebijakan ekonomi di pemerintahan Obama. Namun Kubu Republik akhirnya menyerah.

Itu berarti AS tidak lagi dihantui 'jurang fiskal' berupa kenaikan pajak tinggi untuk semua warga dan pemotongan belanja serta subsidi negara. Namun pertempuran anggaran masih berlanjut setidaknya hingga dua bulan ke depan.
Share this article :

0 comment:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. trading online . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger