<div style='background-color: none transparent;'></div>
InstaForex
Home » » Forex alfians

Forex alfians

Forex alfians


Fed Ingin Kurangi " Easy Money "

Posted: 26 Mar 2013 06:45 PM PDT



oleh Jon Hilsenrath dan Victoria McGrane
Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve atau Fed, tengah mengembangkan strategi untuk perlahan mengurangi program pembelian obligasi bulanan senilai $85 miliar. Meski demikian, Fed tak akan mewujudkan rencana ini sampai ekonomi AS benar-benar pulih. Program pembelian obligasi selama ini menjadi inti kebijakan moneter longgar alias easy money yang diterapkan Fed.
Fed akan membeli obligasi bulanan dalam jumlah berbeda-beda berdasarkan kondisi ekonomi AS, kata pemimpin Fed Ben Bernanke dalam konferensi pers, Rabu, usai rapat kebijakan yang berlangsung selama dua hari. Hal ini berarti Fed akan mengurangi laju pembelian obligasinya jika kondisi pasar tenaga kerja dianggap membaik.
Saat program pembelian obligasi diluncurkan Fed pada September, bank sentral AS itu mengatakan program ini akan terus berjalan sampai ada perkembangan berarti di pasar tenaga kerja. Kendati tingkat pengangguran AS turun menjadi 7,7% di Februari dari 8,1% di Agustus lalu, Bernanke menggambarkan perkembangan ini masih "parsial" dan "sedikit". Ia menegaskan ingin melihat lebih banyak perbaikan sebelum ia mengubah pendiriannya.
Bernanke mencatat bahwa pasar tenaga kerja pernah menunjukkan tanda-tanda perbaikan sebelumnya, lalu terpuruk kembali. "Saya pikir patokan pentingnya bukan pada perbaikan yang telah kita lihat, namun apakah hal itu akan berkelanjutan selama beberapa bulan?" ujar Bernanke.
Program pembelian obligasi yang sering disebut sebagai quantitative easing ini bertujuan menurunkan suku bunga jangka panjang guna meningkatkan volume pinjaman, pengeluaran, investasi, dan pertumbuhan ekonomi.
Selain berupaya menurunkan suku bunga jangka panjang, Fed akan terus menjaga suku bunga jangka pendeknya mendekati nol sampai tingkat pengangguran turun menjadi 6,5%—asalkan tingkat inflasi stabil.
Banyak investor yakin program-program Fed ini turut membantu menaikkan harga saham. Investor terus memperhatikan setiap tanda perubahan dalam kebijakan pembelian obligasi Fed. Mereka mewaspadai sinyal-sinyal yang mungkin menandakan kebijakan easy money Fed akan berakhir.
Pernyataan Bernanke hari Rabu kemarin memberi sinyal bahwa Fed secara bertahap akan mengurangi jumlah pembelian obligasinya. Fed menyatakan akan menilai "tingkat kemajuan" yang dicapai ekonomi AS saat memutuskan jumlah dan laju pembelian obligasinya. Program ini meliputi $40 miliar per bulan untuk pembelian obligasi pemerintah AS alias Treasury jangka panjang, serta $45 miliar per bulan untuk pembelian sekuritas dengan jaminan hipotek.
Bernanke mengatakan tidak mau membiarkan program ini sekonyong-konyong berhenti. Menurutnya, "Kami pikir akan lebih masuk akal jika variabel kebijakan kami—yakni laju pembelian obligasi—bisa memberikan respons yang lebih berkelanjutan dan sensitif terhadap perubahan situasi ekonomi."
Pemimpin Fed tersebut mencatat pendekatan ini dapat dieksekusi ke arah sebaliknya juga. Jika ekonomi sedang goyah, Fed dapat menaikkan tingkat pembelian obligasinya.

Masalah Siprus, bangkitkan Emas ?

Posted: 26 Mar 2013 06:40 PM PDT


Harga emas mulai merangkak naik menuju level tertinggi 2 ½ minggu di area $1,608 per ons pada hari Senin, seiring adanya kontroversi pada rencana bailout untuk Siprus, yang mana hal tersebut mengancam ketidakpastian di zona Eropa, sehingga menyebabkan aksi beli pada logam mulia.

Namun, tetap ada keraguan di kalangan investor, apakah penguatan logam mulia yang telah jatuh sebanyak empat persen sejak awal tahun ini dapat berkelanjutan atau tidak dengan adanya kontroversi di zona Eropa.

Menurut Warren Gilman, pemimpin dan CEO dari perusahaan investasi CEF Holdings, emas dalam jangka panjang akan bullish, namun masalah ini tidak menjadi titik balik untuk aset safe haven.

"Saya tidak berpikir bahwa emas yang diperdagangkan lebih tinggi kembali. Ini hanya pergerakan jangka pendek saja. Pada akhirnya di akhir pekan ini kita akan melihat aksi  jual lagi, katanya, dia melihat bahwa kekhawatiran atas bailout Siprus akan terlewati, dan aset beresiko akan kembali diminati mengingat outlook yang cerah pada perekonomian AS.
Share this article :

0 comment:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. trading online . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger