<div style='background-color: none transparent;'></div>
InstaForex
Home » » Forex alfians

Forex alfians

Forex alfians


Morgan Stanley Pangkas Proyeksi Emas 2 Tahun

Posted: 17 Apr 2013 07:54 PM PDT


New York - Morgan Stanley memangkas proyeksi untuk harga emas untuk 2013 dan tahun berikutnya.

Untuk 2013, perkiraan harga emas diturunkan sebesar 16% menjadi US$ 1.487 per ons dari prediksi sebelumnya, dan proyeksi 2014 berkurang 15% menjadi US$ 1.563 per ounce.

Aksi jual di pasar emas memiliki semua indikasi kepanikan, likuidasi panjang, stop-loss dan penjualan kapitulasi dalam menghadapi penjualan singkat terpadu, yang dimulai pada perdagangan di New York, Jumat pekan lalu. Demikian menurut analis Morgan Stanley Peter Richardson dalam laporannya.

Emas berjangka merosot lebih dari US$ 200 per ounce dalam dua sesi, meskipun mengalami beberapa kenaikan pada Selasa ketika emas ditutup naik 1,9% ke US$ 1.387,40 per ounce.

Asal-usul dari serangkan aksi jual jangka pendek ini dapat ditelusuri dari penurunan 10% dari margin untuk kontrak berjangka emas yang dilaksanakan pada November oleh operator perdagangan logam CME Group Inc.

Sebelumnya, Morgan Stanley telah menyebutkan beberapa faktor yang mendorong optimisme atas emas sejak 1999.

Yakni kenaikan terus-menerus dalam permintaan investasi emas yang diekspresikan melalui exchange-traded funds yang didukung emas fisik. Selain pengendalian dari penjualan bank sentral dan munculnya aksi beli yang signifikan dari bank sentral emerging market.

Namun, ia mengatakan erosi berikutnya dari penguatan emas telah memicu serangan harga yang sukses dan menarik atas posisi investor di pasar.

Aksi jual oleh ETF juga menjadi sentimen penting, dengan likuidasi persisten oleh ETF sejak awal Februari.

Spekulasi penjualan oleh bank sentral Eropa dan kegelisahan atas kemungkinan bahwa Federal Reserve AS akan mengakhiri program quantitative easing-nya lebih awal daripada yang diantisipasi juga menjadi katalisnya.

Emas Turun, Investasi Emas??

Posted: 17 Apr 2013 07:51 PM PDT



Grafik penurunan emas menjadi perbincangan hangat kali ini. Dengan tren inflasi gobal yang terus turun, investasi atas logam mulia ini pun dipertanyakan.

Di pasar Asia Rabu (17/4/2013) siang ini, harga emas untuk pengiriman Juni turun US$ 14,80, atau 1%, ke level US$ 1.372 per ounce selama jam perdagangan Asia.

Dini hari tadi, emas ditutup naik US$ 26,30, atau 1,9%, di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Apresiasi ini terjadi setelah koreksi dua sesi berturut-turut yang memangkas harga emas lebih dari US$ 200 per ounce. Penurunan emas sebanyak 13% sejak 11 April adalah penurunan dua sesi terbesar sejak 1980.

Mengapa harga emas terus turun?

Faktor utama berasal dari melemahnya inflasi global, yang mengurangi emas sebagai lindung nilai terhadap kenaikan harga. Emas yang diburu karena ledakan inflasi, kini ditinggalkan. Para trader berebut membalikkan taruhan dan keluar posisi di level harga berapapun.

Bagi konsumen yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tampaknya sulit percaya bahwa inflasi sedang turun. Namun ada bukti yang jelas dari indeks harga konsumen global JPMorgan Chase (JPM), yang mencakup lebih dari 30 negara, dan secara kolektif mewakili lebih dari 90% produksi ekonomi dunia.

Menurut indeks JPMorgan, inflasi global memuncak dengan naik 4% pada 2011 dan terus meluncur sejak itu. Harga-harga secara global pada Februari naik hanya sekitar 2,5% dari tahun sebelumnya.


JPMorgan memiliki dua skenario tentang apa yang mungkin terjadi mendatang. Pertama didasarkan pada kumpulan "bottom-up" dari tren harga sektor per sektor seluruh dunia yang diperkirakan analis. Hal ini menunjukkan inflasi meningkat sangat tipis dari posisi saat ini hingga akhir 2013.


Sebaliknya, analisa "top-down" JPMorgan, yang disusun para ekonom bank dan memperhitungkan harga kontrak berjangka komoditi, diantara faktor-faktor lainnya, menunjukkan inflasi bergerak turun mendekati 2% pada semester dua 2013. Judul laporan JPMorgan tersebut adalah "Turunnya inflasi global mungkin belum akan berakhir."

Joseph Lupton, ekonom global senior JPMorgan Chase, mengatakan bahwa penurunan inflasi, yang sebagian disebabkan karena meredanya hambatan pasokan, merupakan hal yang baik. Sedangkan perlambatan pertumbuhan permintaan, tidak begitu baik.

Lupton mengatakan emas adalah investasi yang liar, dengan pergerakan tergantung pada spekulasi lebih dari harga komoditas lain.

Pekan lalu Goldman Sachs (GS) memperingatkan bahwa penurunan pada harga emas lebih cepat, setelah reli terpanjang dalam sembilan dekade.

Donald Selkin, yang membantu mengelola US$ 3 miliar aset sebagai kepala strategi pasar di National Securities Corp di New York mengatakan, semua pihak yang melakukan beberapa pembelian emas sebelum ini penurunan besar ini, mungkin sedang kecewa.

Saat ini muncul persepsi bahwa emas tidak benar-benar dibutuhkan sebagai safe haven. Bila harganya terus turun, investasi di komoditas ini pun tidak menarik lagi. Lalu, apa gunanya emas saat ini ?

Harga Minyakpun Anjlok

Posted: 17 Apr 2013 07:40 PM PDT


NEW YORK-- Harga minyak dunia jatuh pada Rabu (Kamis pagi WIB), akibat pasar ekuitas Amerika Serikat jatuh setelah laporan laba perusahaan mengecewakan.

Minyak mentah light sweet untuk pengiriman Mei kehilangan 2,04 dolar AS atau 2,3 persen. Harga menetap di 86,68 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange (NYMEX).

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni turun 2,24 dolar AS atau 2,24 persen ditutup pada 97,69 dolar AS per barel.

Laporan laba perusahaan yang suram, beberapa di antaranya dari Bank of America dan Intel,  membebani pasar ekuitas dan harga minyak.

Bank of America, yang terakhir dari empat besar bank AS, pada Rabu melaporkan hasil keuangan untuk kuartal pertama 2013. Laporan mencatat keuntungan positif tetapi gagal memenuhi ekspektasi pasar.

Laba bersih Bank of America mencapai 2,6 miliar dolar AS atau 20 sen per saham. Angka itu tidak memenuhi ekspektasi pasar 23 sen per saham. Sementara, intel mengatakan pendapatan kuartal saat ini akan menurun 8,0 persen dan memangkas rencana pengeluaran modal untuk tahun ini.

Persediaan minyak mentah AS turun 1,2 juta barel atau 0,3 persen menjadi 387,6 juta barel dalam pekan yang berakhir 12 April, Badan Informasi Energi (EIA) melaporkan. Sementara persediaan bensin turun 0,6 juta barel, namun persediaan distilasi naik 2,4 juta barel.

Harga Emas Anjlok, Ini Penyebabnya

Posted: 17 Apr 2013 07:39 PM PDT


Market & Strategic Analyst Gold  dari PT Monex Investindo Futures Fachmi Jaidi menyebutkan turunnya harga emas disebabkan oleh adanya peralihan dana dari emas ke saham. Selain itu indikasi membaiknya ekonomi di Amerika Serikat menyebabkan investor mulai mengumpulkan dolar AS alih-alih emas.

"Harga emas saat ini sudah terlalu tinggi," ujar Fachmi saat dihubungi ROL, Selasa (16/4). Selama lima tahun terakhir harga emas terus mengalami kenaikan, bahkan menyentuh level 1.900 dolar AS per ons.

Tidak dapat dipastikan berapa lama kejatuhan harga ini bakal bertahan. Pergerakan harga emas harus dilihat dari kondisi secara global. Banyak isu yang mempengaruhi pergerakan harga emas, termasuk isu penjualan emas oleh Republik Siprus.

Menarik atau tidaknya bagi investor, Fachmi mengatakan hal tersebut bergantung pada tujuan pembelian logam mulia itu sendiri. Jika pembelian untuk jangka panjang, maka ada baiknya memanfaatkan posisi emas saat ini untuk melakukan pembelian. Namun jika pembelian hanya untuk jangka pendek, maka investor harus melihat dulu perkembangannya. "Boleh beli kalau di kisaran Rp 450 ribu," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan harga emas turun 8 persen menjadi 1.355,8 dolar AS per ons. Pada dua sesi terakhir perdagangan, harga emas jatuh 12 persen. Anjloknya emas ini merupakan kerugian terburuk sejak Februari 1983.
Share this article :

0 comment:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. trading online . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger