<div style='background-color: none transparent;'></div>
InstaForex
Home » » Forex alfians

Forex alfians

Forex alfians


Harga Emas Melemah, Persediaan Emas di ETP Holdings Berkurang

Posted: 20 Apr 2013 08:10 AM PDT


Pergerakan harga emas untuk hari rabu kemarin terpantau mengalami pergerakan melemah. Pergerakan melemah kembali terjadi setelah ada laporan bahwa persediaan emas batangan di ETP Holdings mengalami penurunan hingga ke 2377,8 metrik ton akibat adanya penarikan besar-besar yang dilakukan oleh para investor terutama bank sentral yang menginginkan adanya peroleh dana segar untuk stimulus.

Harga emas spot saat ini mengalami penurunan sebesar 0,2 menjadi 1384,3 dollar per troy ons dengan level support sebesar 1326,95 dollar per troy ons dan level resistant sebesar 1414,01 dollar per troy ons.

Melemahnya harga emas turut menekan harga komoditi logam mulia lainnya seperti perak yang turun 2% menjadi 23,16 dollar per barel, platinum turun 1,3% menjadi 1413,3 dollar per troy ons dan harga palladium melemah 0,9% menjadi 672,25 dollar per troy ons.

Menurut analisa, pergerakan emas masih rawan koreksi. Apalagi indikator-indikator teknikal masih bergerak negatif seperti RSI yang masih berada di level 30.

Secara teknis, emas pada sesi perdagangan hari ini Kamis (18/04) berpotensi bearish, menguji tren negative kembali, tetapi rawan reversal. Indikator RSI cenderung re-test Support channel dan menuju area oversold, tetapi Bollinger Band yang mulai melebar, sehingga memberi dorongan bagi emas untuk upside.

Diperkirakan harga emas segera menguji Support terlebih dahulu minimal di area 1329.02 dan re-test maksimum level 1295.92. Akan tetapi jika harga emas mampu break dan bertahan diatas 1373.60 maka diperkirakan harga emas berpotensi menguji Resistance yakni 1408.03 dan 1435.79.


sumber: sibfx

Abenomics, Berisiko Membuat Default Jepang

Posted: 20 Apr 2013 08:05 AM PDT


Istilah Abenomics yang berasal dari nama keluarga Shinzo Abe yang baru terpilih sebagai PM Jepang, dan dari kata economics dalam bahasa Inggris, kini dikenal sebagai doktrin baru keselamatan dari kepala pemerintahan mereka.

Seperti lansir analisadaily, Sabtu (20/4/2013), setelah serangkaian kegagalan dan masalah kesehatan yang membuatnya turun sebagai perdana menteri September 2007, Abe memposisiknan diri sebagai penyelamat Jepang dari kepahitan ekonomi yang masih berlangsung. Tapi para pengeritik mengatakan, Abenomics bisa menuntun ekonomi Jepang kejurang default.

Untuk jangka waktu lama, Abe ingin mengubah konstitusi Jepang yang sebelumnya cinta damai. Kini, dia mengakui bahwa yang pertama-tama harus dilakukan negaranya ialah untuk mempersenjatai diri secara ekonomi guna mengejar ketertinggalan dari para saingannya seperti China dan Korea Selatan, kata analis Wieland Wagner.

Abe memaksa bank sentral Bank of Japan (BoJ) yang biasanya independen dengan memaksanya menerima keinginan Abe meski tak suka.

Dia menunjuk gubernur bank sentral baru, Haruhiko Kuroda (68), yang memulai karirnya di Kementerian Keuangan. Di kalangan para pejabat bank sentral, Kuroda tidak biasanya suka berbicara, dan jarang ingin bereksperimen.

Dan memang, dia mematok target inflasi 2%. Dengan harapan harga-harga akan naik, paling tidak berdasarkan teori, perusahaan-perusahaan akan meningkatkan investasi mereka dan konsumen akan berbelanja lebih banyak lagi.

Kuroda berharap mencapai tujuannya dalam dua tahun, dan dia berjanji akan melakukan apapun untuk mewujudkannya. Dengan kata lain, bank sentral akan mencetak yen tanpa batas dan melipat-gandakan jumlah uang yang beredar.

Dan klimaksnya, Bank of Japan berencana membeli obligasi pemerintah Jepang dalam jumlah mencengangkan mencapai lebih 7 triliun yen ($65 miliar) per bulan -- yang secara kasar dua kali jumlah sebelumnya. Di masa depan, BoJ ingin akan membeli lebih 70% dari seluruh obligasi yang baru diterbitkan pemerintah -- yang membuat turun yield di dalam prosesnya.

Bank Sentral Eropa Miliki Waktu , Untuk Manuver Suku Bunga

Posted: 20 Apr 2013 08:03 AM PDT



Ketua Dana Moneter Internasional Christine Lagarde, Kamis, mengatakan bahwa Bank Sentral Eropa memiliki peluang untuk menurunkan suku bunga di zona euro yang terperosok ke resesi.

'Dari semua bank sentral utama di dunia, jelas ECB adalah salah satu yang masih memiliki ruang untuk bermanuver,' kata Largarde pada konferensi pers pembukaan pertemuan musim semi IMF-Bank Dunia.

Lagarde mengatakan "secara kritis lebih penting" untuk memastikan bahwa tindakan bank sentral diterjemahkan ke dalam bank-bank yang lebih kuat dan meningkatkan pinjaman di zona euro.

Ditanya tentang kredit ketat bagi perusahaan-perusahaan, terutama di negara-negara pinggiran di mana bank-banknya rapuh, Lagarde mengatakan idealnya harus ada "sebuah proses `top-down` dan `bottom-up`."

Transmisi yang tepat dari penurunan suku bunga ECB dapat diterjemahkan ke dalam suku bunga yang lebih rendah juga untuk usaha kecil dan menengah, katanya.

Pernyataan Lagarde muncul sehari setelah bank sentral Jerman menyatakan ECB bisa menurunkan suku bunga rekor terendah saat ini jika diperlukan, tetapi hal itu mungkin tidak benar-benar terbukti sangat efektif.

'Kami mungkin menyesuaikan diri terhadap setiap informasi baru,' Gubernur Bundesbank (Bank Sentral Jerman) dan Anggota Dewan ECB Jens Weidmann, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal yang diterbitkan Rabu.

Pernyataan Weidmann itu memicu spekulasi pasar bahwa ECB mengindikasikan penurunan suku bunga baru mungkin mendatang di tengah kesengsaraan resesi zona euro.

ECB telah mempertahankan suku bunga utamanya pada posisi terendah bersejarah 0,75 persen sejak Juli tahun lalu.

Parlemen Eropa, dalam resolusi yang diadopsi Rabu, meminta ECB untuk berbuat lebih banyak guna memastikan kebijakan moneter lebih efektif dalam memacu pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja 17 negara anggotanya.

Pejabat ECB telah secara konsisten berargumen bahwa pelonggaran moneter tambahan mungkin tidak benar-benar memiliki dampak yang signifikan karena kurs yang rendah saat ini tidak mengumpan sampai ke perekonomian mereka yang paling membutuhkannya. Demikian seperti dilansir antaranews, Jum'at (19/4/2013).

G20 Pahami Alasan Stimulus Moneter Jepang

Posted: 20 Apr 2013 08:01 AM PDT


Kekhawatiran perlambatan pertumbuhan dan potensi turbulensi dari banjir likuiditas global akan menjadi fokus pembicaraan dalam pertemuan musim semi di Washington, AS, antara bank sentral dan menteri keuangan kelompok G20 dengan IMF dan Bank Dunia.

Seperti dilansir dari Global Post dan Sindonews, Kamis (18/4/2013), mereka menyatakan tidak akan ada krisis seperti tahun lalu - ketika ada ketakutan zona euro akan pecah dan ekonomi AS dipaksa kontraksi dengan penghematan ekstrim 'jurang fiskal'.

'Prospek global telah membaik kembali, tapi jalan menuju pemulihan di negara maju tetap akan bergelombang,' kata IMF dalam World Economic Outlook minggu ini.

'Dalam jangka menengah, risiko utama berhubungan dengan kelelahan penyesuaian, reformasi lembaga, stagnasi berkepanjangan di zona euro. defisit fiskal yang tinggi serta utang di Amerika Serikat dan Jepang. Dalam pengaturan ini, pembuat kebijakan tidak bisa bersantai,' lanjutnya.

IMF mengatakan, ekonomi berada pada pemulihan tiga kecepatan yang tidak sehat. Negara-negara berkembang tumbuh dengan mantap, AS dalam ekspansi lamban, dan Eropa stagnan.

'Mengingat keterkaitan yang kuat antara negara-negara, pemulihan tidak merata juga berbahaya. Dalam beberapa hal, perekonomian dunia selemah link keamanan,' kata Kepala Ekonom IMF, Olivier Blanchard.

Yen melemah setelah Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso, mengatakan G-20 tidak akan mengkritik kebijakan Jepang yang telah memicu pelemahan yen.

Mata uang Jepang telah mengalamai depresiasi yang signifikan seiring Bank of Japan menjalankan pelonggaran moneter yang sangat agresif demi mengakhiri deflasi dan membantu pemulihan ekonomi. USD/JPY kini diperdagangkan 98.45; menjauhi level rendah harian 98.09.



Memasuki sesi eropa, Level kunci USD/JPY berada di area 97,60.
Selama harga diperdagangkan diatas area tersebut, pasangan USD/JPY berpotensi menguat dengan pengutan menuju area 98,70.

sumber: seputarforex

Hutang Jepang Dua Kali Dari PDB Tahunan

Posted: 20 Apr 2013 07:56 AM PDT


Hutang Jepang sudah menggunung, yang jumlahnya lebih dua kali seluruh PDB tahunan negara itu. Berbeda dengan di Yunani, Jepang meminjam sebagian besar uangnya justru dari rakyatnya sendiri - lebih 90% obligasi pemerintah berada di tangan warga negara itu.

Likuiditas Jepang yang melimpah mengancam tercurah keluar hingga ke Eropa. Untuk menghindarkan prospek anjloknyan yield, investor Jepang bisa beramai-ramai menanamkan modalnya di dalam obligasi asing. Guna mengantisipasi trend baru ini, bunga pinjaman di negara-negara Eropa seperti Spanyol mulai turun.

Hingga kini, strategi Abenomics hanya jadi omongan. Tapi omongan itu bisa menimbulkan dampak. Omongan-omoangan itu nampaknya bisa menghilangkan kesuraman keuangan yang menyeret jatuh Jepang, yang pernah menjadi negara ekonomi terkemuka Asia, sejak meledaknya gelembung real estate dan harga saham akhir 1980-an dan awal 1990-an, yang menandai akhir penggelembungan harga aset Jepang yang terkenal itu.

Yen yang undervalued tak bisa menghentikan tren melemahnya. Beberapa pabrik elektronik terkemuka Jepang dan Korea Selatan di Jepang berencana untuk mengurangi 50% angkatan kerjanya.

Abenomics muncul terlambat sekurang-kurangnya sepuluh tahun, paling tidak demikian menurut Takeshi Fujimaki, yang memprediksikan dalam bukunya yang baru bahwa negara Jepang akan segera bangkrut. Bukunya itu berjudul Hitomari mo nai Nihon, atau Jepang yang Tak Berdaya.

Abenomics, kata Fujimaki, dapat mempercepat kejatuhan Jepang. Dengan tenang dia memperkirakan bahwa Tokio akan terpaksa menjual obligasi pemerintah senilai 44 triliun yen setiap tahun untuk membiayai anggarannya. Tapi dia menegaskan bahwa jika bank sentral memicu terjadinya inflasi, maka suku bunga obligasi asing juga akan naik - seiring dengan semakin menggunungnya hutang Jepang.

Agar terhindar dari default (gagal dalam pembayaran hutang), BoJ akhirnya terpaksa mencetak lebih banyak uang.
Share this article :

0 comment:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. trading online . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger