<div style='background-color: none transparent;'></div>
InstaForex
Home » » Forex alfians

Forex alfians

Forex alfians


Forex: EUR/USD Torehkan Hari Kenaikan Kuat Karena Mentalitas 'Risk-On' Berlanjut

Posted: 08 May 2013 11:09 PM PDT


FXstreet.web.id - Hari di mana aset berisiko terutama dalam penawaran yang baik secara keseluruhan, Euro mampu menorehkan beberapa kenaikan yang layak, berakhir dengan kenaikan 81 poin di 1,3159. Katalis awal yang tampaknya membantu mendorong pasangan ini lebih tinggi adalah rilis Produksi Industri Jerman (bulanan) yang datang di 1,2% secara aktual dibandingkan dengan perkiraan -0,1%.

Menurut analis di TD Securities, "Di Eropa, rilis produksi industri Jerman yang kuat telah mendorong EUR. Meskipun tidak signifikan, karena rentang yang sangat mapan yang telah bertahan sejak awal April tetap tegas utuh. Fokus EUR tetap pada pesan ECB yang berkembang, yang seperti kita dengar minggu lalu tetap terbuka untuk penurunan suku bunga lagi. Mereka tidak mengisyaratkan program perluasan neraca apapun, namun, secara keseluruhan bisa membuat EUR didukung."

Data Jerman juga tampaknya memberikan dorongan untuk kedua komoditas dan ekuitas, dengan minyak membentuk penutupan tertinggi 'sejak akhir Maret dan S&P 500 ditutup di tinggi baru semua waktu 1,632,59. Perilaku terbaru dari EUR/USD berada di luar membingungkan sebagaimana hal itu muncul untuk mengikuti aset berisiko beberapa hari dan yang lain tidak memiliki korelasi dengan pasar di luar sama sekali. Kendati harus dicatat, EUR terus mengungguli mata uang komoditi seperti AUD dan NZD.

Meskipun data Jerman telah lebih baik dari yang diharapkan dua hari terakhir, beberapa analis memperingatkan tentang mendapatkan sesuatu yang optimis. Ingat, itu hanya minggu lalu ketika Euro tenggelam satu sen penuh setelah Presiden ECB Mario Draghi menyebutkan kemungkinan suku bunga negatif pada deposito. Sejak itu, kami telah mendengar anggota ECB lain berbicara mengenai hal tersebut dan menentang gagasan itu.

Menurut Kathy Lien of BK Asset Management, "Secara keseluruhan, tampak bahwa manufaktur sekarang akan memberikan dorongan terhadap PDB kuartal pertama. Prospek untuk kuartal kedua juga menjanjikan dengan kegiatan konstruksi pada umumnya akan meningkat karena cuaca membaik. Karena European Central Bank mengamati data yang datang secara erat, laporan-laporan terbaru akan meringankan beberapa kekhawatiran jangka pendek mereka. Namun laporan bulanan ECB dijadwalkan akan rilis besok dan kami masih berharap untuk menggemakan kehati-hatian terhadap Draghi dan suasana bearish."

Dari sudut pandang teknikal, pasangan ini mencoba lagi untuk mendekati ujung atas kisaran perdagangan baru-baru ini di antara 1,3240 dan 1,2950. RSI (14) sekali lagi mencoba untuk menembus resisten kritis di 60, yang jika terjadi dapat membantu tambahan momentum beli. MA jangka pendek kembali dalam set up bullish, dengan harga di atas MA 9 dan 20-hari. Resisten awal di 1,3194 (tertinggi hari sebelumnya), diikuti oleh 1,3243 (batas atas kisaran). Support pertama di 1,3121 (MA 9-hari), diikuti oleh 1,3083 (MA 20-hari).

Amerika Menjadi Primadona Baru Bisnis Migas Dunia

Posted: 08 May 2013 11:06 PM PDT


Amerika Serikat benar-benar serius menjajaki peluang di industri pertambangan dan energi. Program presiden Barack Obama dalam hal ketahanan sumber daya mulai memperlihatkan hasilnya. Dalam satu tahun terakhir, banyak perusahaan lokal maupun internasional mengalihkan target eksplorasi dari Timur Tengah ke Amerika Serikat sekaligus menanamkan modal dalam jumlah besar.

Transisi pertambangan minyak dimulai tahun lalu saat ConocoPhillips memutuskan untuk menjual sahamnya di lahan Kashagan, Kazakhstan senilai $5 miliar. Proyek energi terbesar di dunia itu hanyalah satu dari sekian banyak proyek garapan Conoco yang totalnya mencapai $11 miliar. Sebagian besar dana hasil penjualan kemudian ditanamkan pada proyek eksplorasi di Amerika yaitu Eagle Ford Shale dan Bakken Shale, sebagaimana dipublikasikan oleh lembaga penyedia data energi, PLS.

Hal serupa dilakukan oleh produsen minyak asli Amerika, Hess, yang menjual asetnya senilai $4 miliar di Inggris, Azerbaijan dan Rusia guna membeyar hutang dan menyeimbangkan neraca. Adapun $3.1 miliar dari jumlah itu, ditanamkan ke lahan minyak di Dakota Utara sehingga hasil produksinya melesat hingga 55%.

Kebijakan yang tidak berbeda jauh diambil oleh perusahaan-perusahaan seperti Devon, Marathon, Anadarko, Murphy dan Noble Energy. Semua produsen itu telah melepas sebagian aset di luar negeri dalam beberapa tahun terakhir dan mengalihkannya ke dalam negeri. Selain Texas dan Dakota utara, wilayah lain yang kerap dijadikan target investasi migas adalah Colorado dan Pennsylvania.

Alasan mengapa produsen minyak lebih suka mengeruk laba di Amerika sangat jelas yakni karena faktor kemudahan baik dalam hal birokrasi maupun distribusi. Belum lagi pembagian hasil yang lebih atraktif ketimbang melakukan eksplorasi di Timur Tengah. Di Irak, Libya dan Irak, pungutan pajak dan royalti rata-rata mencapai 90% dari raihan laba perseroan. Sementara di Amerika, jarang sekali beban biaya eksplorasi menembus 50% dari total keuntungan. Peta geologi tanah Amerika juga cenderung lebih dapat dipetakan dibanding negara-negara lain. Sementara penegakan hukumnya juga kuat sehingga kecil risiko adanya konflik dan kekerasan. Dari segi sumber daya, kualitas pekerja di negeri adidaya jauh lebih ber-skill dan fasilitas infrastrukturnya juga sangat solid.

Sebanyak lebih dari $5 triliun modal baru diprediksi mengalir ke industri pengeboran minyak Amerika dan pengembangan energi tidak konvensional lainnya sampai tahun 2035 (penelitian IHS). Dana yang masuk berasal dari perusahaan Amerika maupun produsen-produsen luar yang ingin ikut dalam 'boom' energi Paman Sam. Sebanyak 1.7 juta orang saat ini terlibat dalam industri hasil bumi dan jumlahnya diperkirakan bertambah menjadi 3.5 juta dalam 20 tahun ke depan. Dari estimasi itu, 700.000 SDM diharapkan sudah benar-benar terserap di tahun 2015 mendatang.

Prospek bisnis energi non-Timur Tengah ibarat mainan baru bagi pihak produsen yang selama ini dibuat lelah oleh mekanisme birokrasi dan royalti besar di negara-negara dunia ke-tiga. Selain menguntungkan bagi pelakunya, kemajuan industri minyak Amerika dapat membantu percepatan roda ekonomi terutama jika dilihat dari aspek tenaga kerja. Bukan hanya bagi mereka yang terlilbat langsung dalam proses produksi, namun perluasan lapangan kerja juga merambat ke sektor lain mulai dari asuransi, real estat dan penyedia alat-alat berat.

 monexnews.com

Druckenmiller: Supercycle Komoditas Menuju Akhir?

Posted: 08 May 2013 11:04 PM PDT



Druckenmiller, orang yang mengelola dana investasi $22 milyar, mengatakan tumbangnya harga komoditas bukan merupakan koreksi tetapi akhir dari "supercycle".  Supercycle mengacu pada reli harga yang panjang selama satu dekade.  Supercycle komoditas terjadi tiga kali semenjak perang dunia kedua. Pertama  pada masa rekontruksi pasca perang, kedua ditengah guncangan pasokan minyak sekitar tahun 1970, dan yang terakhir  dimulai pada akhir krisis di Asia pada akhir tahun 90an dilihat dari pertumbuhan ekonomi Cina yang mencapai dua digit dan inflasi yang merayap di seluruh dunia.

Data perdagangan Cina menunjukan pertumbuhan lebih baik dari perkiraan, menimbulkan outlook yang lebih baik pada negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut. Harga tembaga naik 2% menyentuh level tertinggi dalam 3 minggu, akibat permintaan yang tinggi di Cina.  Namun minyak dan produk pertanian berakhir mix, mengindikasikan bahwa kuatnya ekonomi Cina tidak mampu mencegah kemunduran global. "Terlalu cepat untuk menjadi sangat optimis mengenai permintaan  Cina terhadap tembaga" kata Ross Strachan, ekonom di Capital Economics London.

Pada Pertengahan April, harga tembaga jatuh dibawah $7000 per ton, dan untuk pertama kalinya emas mengalami penurunan terbesar dalam 9 bulan terakhir. Penurunan tersebut dipicu oleh pertumbuhan ekonomi Cina yang stagnan, masalah hutang zona euro, dan ketidak pastian stimulus ekonomi AS.

Druckenmiller menyatakan berkaitan dengan akhir dari supercycle komoditas, investor hendaknya menghindari berinvestasi mata uang di negara yang mengandalkan ekspor komoditas bahan mentah sebagai penghasilan, seperti Dolar Australia, Dolar New Zeland, dan Dolar Kanada. Druckenmiller, yang bersama Soros mengguncang Bank of England pada tahun 1992 dengan menjual sterling , menganjurkan investor menjual aussie setelah keputusan RBA memotong tingkat suku bunga ke rekor terendah. Druckenmiller juga menyebut kebijakan The Fed untuk membeli obligasi senilai $85 milyar setiap bulan, salah satu pilar mendukung harga komuditas, adalah kebijakan moneter "paling tidak tepat" dalam sejarah perkembangan dunia.

Pada sesi Rabu, tembaga naik $154 menjadi $7419 per ton. Emas naik 1%, naik untuk pertam kalinya dalam tiga sesi, sementara minyak berakhir mix. (pap) monexnews.com.
Share this article :

0 comment:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. trading online . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger