<div style='background-color: none transparent;'></div>
InstaForex
Home » » Forex alfians

Forex alfians

Forex alfians


Euro melemah terpengaruh isu suku bunga ECB

Posted: 05 Nov 2013 07:47 PM PST

Nilai tukar euro melemah di pasar Asia Senin akibat meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral Eropa (ECB) bakal memangkas suku bunga untuk menahan inflasi, kata para analis.

Mata uang tunggal dibeli 1,3479 dolar dalam perdagangan sore di Singapura dibandingkan dengan 1,3482 dolar di New York pada Jumat sore, juga turun dari 1,3750 dolar pada Rabu (30/11). Euro juga dihargai 133,11 yen dari 133,10 yen di New York.

Dolar naik menjadi 98,75 yen dari 98,69 yen.

"Zona euro telah memperlihatkan hasil yang buruk dalam beberapa bulan terakhir, dan ada kekhawatiran serius bahwa laju inflasi sudah terlalu rendah," Desmond Chua, analis pasar CMC Markets di Singapura mengatakan kepada AFP.

"Investor akan mengamati apakah Ketua ECB Mario Draghi akan menunjukkan pelonggaran moneter lebih lanjut di zona euro, dengan opsi pembiayaan jangka panjang baru sebuah pilihan yang layak," katanya.

Tingkat inflasi tahunan untuk 17 negara yang menggunakan mata uang euro secara tak terduga melambat hanya 0,7 persen pada Oktober, tingkat terendah dalam empat tahun, menimbulkan kekhawatiran blok itu kemungkinan tergelincir ke dalam deflasi.

Investor berharap untuk gambaran yang lebih jelas tentang rencana ECB setelah pertemuan kebijakan bulanannya pada Kamis (7/11).

Greenback tetap didukung oleh spekulasi Federal Reserve akan mulai mengurangi program stimulusnya pada bulan depan setelah minggu lalu memberikan sebuah penilaian positif atas ekonomi AS.

"Investor akan melihat data ekonomi AS minggu ini, terutama data pekerjaan, untuk indikasi apakah pengurangan stimulus (tapering) akan digiring maju ke Desember," kata Chua.

Produk domestik bruto kuartal ketiga AS diharapkan akan dirilis pada Kamis (7/11), sementara data resmi penggajian (payroll) non pertanian untuk Oktober akan diumumkan pada Jumat (8/11).

Dolar sebagian besar lebih tinggi terhadap mata uang Asia-Pasifik.

Unit AS naik menjadi 1,2428 dolar Singapura dari 1,2425 dolar Singapura di Tokyo pada Jumat, menjadi 1.062,15 won Korea Selatan dari 1.061,88 won, menjadi 31,28 baht Thailand dari 31,19 baht dan menjadi 43,32 peso Filipina dari 43,21 peso.

Greenback naik menjadi 29,42 dolar Taiwan dari 29,41 dolar Taiwan dan menjadi 11.373 rupiah Indonesia dari 11.340 rupiah, namun merosot menjadi 61,73 rupee India dari 61,82 rupee.

Dolar Australia diambil 94,80 sen AS dari 94,75 sen, sedangkan yuan China naik menjadi 16,15 yen dari 16,04 yen, demikian AFP melaporkan.

Data kuat AS angkat dolar terhadap euro

Posted: 05 Nov 2013 07:45 PM PST

Kurs dolar menguat terhadap euro pada Selasa (Rabu pagi WIB), menyusul data yang lebih baik pada sektor jasa Amerika Serikat dan proyeksi lebih lemah untuk pertumbuhan zona euro.

Pada pukul 21.00 GMT (Rabu pukul 04.00 WIB), euro diperdagangkan di 1,3474 dolar, turun dari 1,3516 dolar pada Senin, lapor AFP.

Dolar merosot menjadi 98,53 yen dari 98,59 yen.

Euro juga turun terhadap mata uang Jepang, jatuh menjadi 132,76 yen dari 133,25 yen.

Analis menunjuk sebuah angka yang lebih baik dari perkiraan pada sektor jasa AS dari Institute for Supply Management (ISM), yang mengatakan indeks pembelian manajernya untuk sektor non-manufaktur naik menjadi 55,4 persen pada Oktober, satu poin penuh lebih tinggi dari angka September 54,4 persen.

Analis menyoroti lonjakan dalam angka lapangan pekerjaan untuk sektor jasa, yang menyumbang sekitar 80 persen dari pekerjaan sektor swasta. Sub-indeks pekerjaan naik menjadi 56,2 persen dari 52,7 persen pada September.

Data yang lebih baik mengenai kesempatan kerja "membuat kita percaya bahwa data penggajian (payroll) non-pertanian bisa mengejutkan ke sisi atas pada Jumat (8/11), ketika laporan pekerjaan bulanan AS yang banyak dipantau dirilis, kata Kathy Lien direktur pelaksana di BK Asset Management.

Data ekonomi yang lebih baik meningkatkan kemungkinan Federal Reserve AS akan mengurangi program stimulusnya lebih cepat dari yang diperkirakan, kata para analis.

"Dengan membaiknya data ekonomi AS, imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat setelah data itu, menunjukkan bahwa para pedagang yakin penghitungan telah ditambahkan ke kolom pengurangan stimulus pada Desember," kata Christopher Vecchio, analis mata uang di DailyFX.

Sementara itu, prospek untuk euro meredup setelah Uni Eropa memangkas perkiraan 2014 untuk pertumbuhan 17-negara zona euro menjadi hanya 1,1 persen, turun dari 1,2 persen yang diperkirakan pada Mei.

Di antara mata uang lainnya, pound Inggris naik menjadi 1,6042 dolar dari 1,5967 dolar pada Senin (4/11).

Dolar naik terhadap franc Swiss, diperdagangkan 0,9135 franc bandingkan dengan 0,9095 franc

Feds Williams: Data Ekonomi Masih Mengecewakan

Posted: 05 Nov 2013 07:42 PM PST

Monexnews - Presiden Federal Reserve bagian San Francisco, John Williams mengatakan tingkat pertumbuhan ekonomi dalam beberapa bulan belakangan telah berada di bawah ekspektasinya, mengikis sebagian keyakinannya bahwa pasar tenaga kerja dapat bertahan tanpa stimulus moneter. "Hingga belakangan ini, menurutku kita akan mulai melihat adanya pertumbuhan yang dimotori domestik pada semester kedua tahun ini. "Sayangnya, hal itu tidak benar-benar terjadi," dan "kita belum melihat adanya pemulihan yang sesungguhnya."

Federal Open Market Committee pekan lalu memutuskan untuk mempertahankan pembelian obligasi bulanan senilai 85 milyar dollar hingga melihat indikasi pemulihan yang berkelanjutan pada perekonomian. Tiga anggota voting the Fed kemarin mensinyalkan bahwa stimulus kemungkinan akan terus berlanjut untuk sementara waktu guna menekan tingkat pengangguran, yang berada pada level 7.2% di bulan September.

"Kita masih jauh dari tempat tujuan kita," ucap Williams pada wartawan di San Francisco Fed. Tingkat pertumbuhan mungkin akan bertambah cepat pada awal tahun depan, ucap Williams, berbeda dari pandangan presiden Fed Richmond Jeffrey Lacker. "Menurutku tingkat pertumbuhan tidak akan bertambah cepat tahun depan," ucap Lacker di Charlotte, North Carolina, menambahkan bahwa ia memperirakan hanya ada ekspansi sebesar 2% di tahun 2014. "Saya tidak melihat dari mana kemungkinan datangnya pertumbuhan."

Survey ekonom oleh Bloomberg pekan lalu memprediksikan data akan menunjukkan perekonomian berekspansi sebesar 2% di kuartal ketiga, turun dari 2.5% pada kuartal sebelumnya. Departemen Perdagangan akan merilis GDP awal kuartal ketiga pada tanggal 7 November nanti.

Feds Williams: Data Ekonomi Masih Mengecewakan

Posted: 05 Nov 2013 07:40 PM PST

Monexnews - Presiden Federal Reserve bagian San Francisco, John Williams mengatakan tingkat pertumbuhan ekonomi dalam beberapa bulan belakangan telah berada di bawah ekspektasinya, mengikis sebagian keyakinannya bahwa pasar tenaga kerja dapat bertahan tanpa stimulus moneter. "Hingga belakangan ini, menurutku kita akan mulai melihat adanya pertumbuhan yang dimotori domestik pada semester kedua tahun ini. "Sayangnya, hal itu tidak benar-benar terjadi," dan "kita belum melihat adanya pemulihan yang sesungguhnya."

Federal Open Market Committee pekan lalu memutuskan untuk mempertahankan pembelian obligasi bulanan senilai 85 milyar dollar hingga melihat indikasi pemulihan yang berkelanjutan pada perekonomian. Tiga anggota voting the Fed kemarin mensinyalkan bahwa stimulus kemungkinan akan terus berlanjut untuk sementara waktu guna menekan tingkat pengangguran, yang berada pada level 7.2% di bulan September.

"Kita masih jauh dari tempat tujuan kita," ucap Williams pada wartawan di San Francisco Fed. Tingkat pertumbuhan mungkin akan bertambah cepat pada awal tahun depan, ucap Williams, berbeda dari pandangan presiden Fed Richmond Jeffrey Lacker. "Menurutku tingkat pertumbuhan tidak akan bertambah cepat tahun depan," ucap Lacker di Charlotte, North Carolina, menambahkan bahwa ia memperirakan hanya ada ekspansi sebesar 2% di tahun 2014. "Saya tidak melihat dari mana kemungkinan datangnya pertumbuhan."

Survey ekonom oleh Bloomberg pekan lalu memprediksikan data akan menunjukkan perekonomian berekspansi sebesar 2% di kuartal ketiga, turun dari 2.5% pada kuartal sebelumnya. Departemen Perdagangan akan merilis GDP awal kuartal ketiga pada tanggal 7 November nanti.
Share this article :

0 comment:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. trading online . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger