<div style='background-color: none transparent;'></div>
InstaForex
Home » » Forex alfians

Forex alfians

Forex alfians


Harga Minyak Tertinggi Tahun 2014

Posted: 19 Feb 2014 07:51 PM PST

Harga minyak mencapai tingkat tertinggi tahun ini pada Rabu (Kamis pagi WIB) yang disebabkan adanya cuaca musim dingin di Amerika Serikat dan kekacauan lebih besar yang terjadi di negara pengekspor minyak Venezuela, Sudan Selatan dan Nigeria.

Harga minyak AS juga mendapat dorongan dari rilis risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve akhir Januari, yang mengatakan terjadi gejala meningkatnya perekonomian, selain mulai adanya dukungan minoritas untuk kebijakan pengetatan lebih awal.

Menurut AFP, untuk kontrak utama New York, harga minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret melonjak ke posisi tertinggi empat bulan menjadi 103,31 dolar AS per barel atau naik 88 sen dari Selasa (18/2).

Minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan April naik satu sen menjadi 110,47 dolar AS, yang merupakan posisi tertinggi sejak awal 2014.

Kenaikan harga minyak AS juga dikarenakan perkiraan penurunan persediaan minyak mentah dan bahan bakar di AS karena berlanjutnya cuaca musim dingin yang ekstrim di sebagian besar negara.

"Minyak mentah Brent bertahan di atas 110 dolar AS per barel, didukung oleh kekhawatiran geopolitik di Afrika dan Venezuela, sementara minyak AS menyentuh tingkat tertinggi dalam empat bulan karena stok diperkirakan jatuh karena permintaan musim dingin dan kapasitas saluran pipa baru," tulis analis minyak Investec dalam sebuah catatan kepada klien.

Konflik baru di penghasil minyak Sudan Selatan juga telah memberikan dukungan kenaikan harga Brent. Dua bulan pertempuran telah menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas negara tersebut.

Tekanan beli lebih besar mungkin juga terjadi, setelah pemimpin kelompok radikal Boko Haram, Abubakar Shekau, mengancam menyerang wilayah Delta Niger, Nigeria, yang kaya minyak dalam video baru yang disiarkan pada Rabu.

"Anda dalam beberapa hari mendatang akan melihat kilang minyak Anda dibom," kata Shekau memperingatkan dalam video selama 28 menit yang diperoleh oleh AFP pada Rabu malam.

Sementara Venezuela bersiap menghadapi protes hari berikutnya pada Rabu, karena pemimpin oposisi yang dipenjarakan Leopoldo Lopez diperkirakan muncul di pengadilan untuk yang didakwa melakukan kekerasan jalanan

Wallstreet Jatuh Setelah Risalah The Fed di Rilis

Posted: 19 Feb 2014 07:43 PM PST

Saham-saham di Wall Street ditutup lebih rendah pada Rabu (Kamis pagi WIB), setelah risalah pertemuan Federal Reserve AS terbaru menunjukkan beberapa pembuat kebijakan meminta kenaikan suku bunga acuan The Fed lebih awal.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 89,84 poin (0,56 persen) menjadi 16.040,56.

Indeks berbasis luas S&P 500 merosot 12,01 poin (0,65 persen) menjadi 1.828,75, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq kehilangan 34,83 poin (0,82 persen) menjadi 4.237,95.

Sebagian besar kerugian terjadi setelah risalah dari pertemuan kebijakan akhir Januari bank sentral AS dirilis pada pukul 14.00 GMT.

"Pada pukul dua sore gerakan menurun ini dimulai," kata Dan Greenhaus, kepala strategi global BTIG seperti dikutip AFP.

Risalah mengungkapkan pembuat kebijakan semakin optimistis, dan bahwa meskipun mayoritas masih melihat tingkat suku bunga acuan jangka pendek mereka tinggal di tingkat ultra-rendah 0-0,25 persen hingga 2015, "beberapa" mendukung menaikkan suku bunga lebih tinggi "relatif segera," bahkan menunjuk ke pertengahan 2014.

Bank-bank besar mundur, termasuk komponen Dow, JPMorgan Chase turun 2,1 persen, Citigroup turun 2,4 persen dan Bank of America turun 1,6 persen.

Beberapa perusahaan teknologi terkemuka juga mengalami hari yang buruk, termasuk Twitter jatuh 4,6 persen dan Apple melemah 1,6 persen. Tetapi Facebook maju 1,1 persen.

Perusahaan farmasi Eli Lilly and Company mengumumkan bahwa uji coba pengobatan ramucirumab-nya untuk kanker paru-paru meningkatkan tingkat kelangsungan hidup, mendorong sahamnya 5,1 persen lebih tinggi.

Signet Jewelers mengajukan tawaran 1,4 miliar dolar AS untuk mengakuisisi rivalnya Zale. Saham Zale melonjak 40,3 persen menjadi 20,92 dolar AS, sedikit di bawah penawaran 21 dolar AS per saham. Signet melonjak 18,1 persen.

Sementara US Steel anjlok 7,0 persen di tengah berita bahwa Departemen Perdagangan memastikan bahwa pembuat baja asal Korea Selatan tidak terlibat dalam dumping pipa baja yang digunakan oleh pengebor minyak.

Laba 5,71 dolar AS per saham dari pembuat pupuk CF Industries dengan mudah mengalahkan harapan 4,49 dolar AS per saham. Sahamnya melonjak 5,1 persen.

Harga obligasi jatuh. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS berjangka 10 tahun naik menjadi 2,73 persen dari 2,68 persen pada Selasa, sementara pada obligasi 30-tahun tetap stabil di 3,71 persen dari 3,67 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik. 
Share this article :

0 comment:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. trading online . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger